Jumat, 16 Juni 2017

CARA MENGURUS KARTU KELUARGA (KK) BARU / PECAH KK DARI ORTU

Untuk kalian yang masih baru dalam berkeluarga, pastinya kalian harus mengurus KK keluarga baru kalian atau kalian juga harus mengurus pecah KK dari orang tua kalian. Dampak akan pentingnya memiliki KK akan terasa setelah kalian memiliki anak, kalian akan mengurus akta kelahiran, akan mengurus surat sekolah anak dan lain-lain.

Masih banyak lagi manfaat penting memiliki KK, maka dari itu artikel sekarang ini akan membahas tentang cara mengurus KK baru / pecah kk dari orang tua.

CARA MENGURUS KARTU KELUARGA (KK) BARU / PECAH KK DARI ORTU


Dalam setiap Kartu Keluarga, memuat :
1.    Nomor Kartu Keluarga
2.    Nama lengkap kepala keluarga dan anggota keluarga
3.    NIK
4.    Jenis Kelamin
5.    Alamat
6.    Tempat tanggal lahir, agama, pendidikan, pekerjaan,
7.    Status Perkawinan
8.    Status hubungan dalam keluarga
9.    Kewarganegaraan
10.    Dokumen imigrasi
11.    dan nama orang tua
Setiap kepala keluarga wajib memiliki KK , meskipun masih tinggal menumpang bersama orang tua. Boleh dalam satu rumah terdapat lebih dari satu KK jika memang ada lebih dari satu kepala keluarga.

Namun, kalian harus membuat kartu keluarga yang baru begitua kalian menikah dan membangun rumah tangga yang baru.
Langkah yang harus kalian lakukan untuk membuat KK baru :
1.    Meminta surat pengantar pembuatan kartu keluarga baru ke RT setempat dan dilanjutkan distempel ke RW.
2.    Mendatangi kantor kelurahan setempat untuk mengisi dan menandatangani formulir permohonan pembuatan Kartu Keluaraga dengan membawa persyaratan – persyaratan berikut :
•         Surat pengantar dari RT/RW
•         Foto kopi buku nikah /akta perkawinan bagi yang sudah menikah atau akte cerai bagi yang membuat KK karena perceraian.
•         Surat Keterangan Pindah Datang ( bagi penduduk datang)
Untuk kasus penambahan anggota keluarga karena kelahiran maka syarat yang harus dibawa :
•         Surat pengantar dari RT/RW
•         Kartu Keluarga yang lama/ dan foto kopi KK yang telah dilegalisir
•         Surat Keterangan Kelahiran dari calon anggota keluarga baru yang akan ditambahkan.
       Fotokopi akte nikah orang tua , Surat Keterangan Kelahiran dari rumah sakit.

Untuk penambahan anggota keluarga untuk numpang Kartu Keluarga, maka persyaratannya :
•         Surat pengantar dari RT/RW
•         Kartu Keluarga yang lama dan Kartu Keluarga yang ditumpangi.
•         Surat Keterangan Pindah Datang
•         Surat Keterangan Datang dari luar negeri bagi WNI yang datang dari luar negeri.
•         Paspor , Izin Tinggal Tetap, Surat Keterangan Catatan Kepolisian/ Surat Tanda Lapor Diri( bagi orang asing)

Untuk kasus pengurangan anggota keluarga
•         Surat pengantar dari RT/RW
•         Kartu Keluarga yang lama
•         Surat Keterangan Kematian (bagi yang meninggal dunia)
•         Surat Keterangan Pindah / pindah datang ( bagi penduduk yang pindah)

Untuk kasus Kartu Keluarga yang hilang atau rusak, persyaratannya :
•         Surat pengantar dari RT/RW
•         Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
•         Kartu Keluarga yang rusak ( kasus KK yang rusak )
•         Foto kopi dokumen kependudukan dari salah satu anggota keluarga
•         Dokumen keimigrasian bagi orang asing

Setelah Anda selesai mengisi dan menandatangani formulir permohonan pembuatan Kartu Keluarga baru di kantor kelurahan setempat dengan membawa persyaratan – persyaratan di atas, maka selanjutnya Anda pergi ke kantor kecamatan untuk proses penerbitan Kartu Keluarga. Selesai .
Sedangkan jika pembuatan Kartu Keluarga baru dikarenakan proses kedatangan antar kabupaten/kota, propinsi, maka setelah menyelesaikan proses di kantor kelurahan, Anda harus melanjutkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat, baru pergi ke kantor kecamatan untuk proses penerbitan Kartu Keluarga baru.
Suami Istri membuat Kartu Keluarga Baru (di tempat domisili istri)
•    Suami membuat Surat Pindah dari alamat lama suami.
•    Suami membuat surat pengantar dari RT/RW di alamat baru (alamat istri) untuk pindah datang ke alamat tersebut dan membuat KK baru.
•    Sekaligus istri membuat surat untuk pecah KK dari orang tuanya
•    Menyiapkan KK asli mertua (orang tua istri) , KK lama suami, fotokopi buku nikah, fotokopi akte kelahiran (suami dan istri)
•    Berangkat ke kelurahan untuk masuk ke alamat baru, sekaligus pecah KK istri dengan orang tuanya. Sekaligus mengisi formulir permohonan KTP baru.
•    Pengesahan ke Kecamatan
•    Menuju ke Dinas Dukcapil, semua berkas di serahkan.
•    Setelah jadi (mungkin beberapa hari kemudian) , dari Dukcapil dapat pengantar untuk ambil KK dan KTP baru di Kecamatan.
•    KK dan KTP dicetak dan diambil di Kecamatan.
•    Selesai.

Untuk beberapa daerah mungkin dibutuhkan juga SKCK dan Ijazah terakhir.

Biaya membuat Kartu Keluarga Baru
Berdasarkan UU No 24 tahun 2013 pasal 79 A menyebutkan bahwa pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan ( KK, KTP-el, akte kelahiran, akte kematian, akte perkawinan, akte perceraian, dan  lain - lain) TIDAK DIPUNGUT BIAYA / GRATIS. Kalau masih ada yang dipungut biaya, silahkan laporkan ke atasannya atau kepala dinas yang bersangkutan.
Denda keterlambatan pelaporan perubahan susunan keluarga lebih dari 30 hari :
•    WNI : denda Rp 25.000,00
•    Orang asing : Rp 150.000,00
Demikian rentetan cara untuk membuat KK baru atau pecah KK. Semoga bemanfaat!
Terimaksih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar